Larizka dan APN Gelar Kejuaraan Pencak Silat Tradisi di Transpark Mall Bekasi, Diikuti 250 Pesilat dari Tiga Provinsi

 

TRUST3MEDIA


BEKASI, 18 Oktober 2026 — Larizka Event Organizer bersama Asosiasi Pesilat Nusantara (APN) menyelenggarakan Kejuaraan Pencak Silat Tradisi dalam rangkaian Gebyar Budaya di Transpark Mall Bekasi, Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 250 pesilat dari berbagai perguruan di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, mulai dari kategori usia dini hingga dewasa.


Kejuaraan ini menjadi wadah bagi para pesilat untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan prestasi, mempererat persaudaraan ant perguruan, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni bela diri tradisional Indonesia kepada masyarakat luas.



Para peserta tampil dalam kategori seni tunggal, ganda berpasangan, dan regu. Berbagai jurus, teknik bela diri, kekompakan gerak, serta permainan senjata tradisional ditampilkan dengan ciri khas masing-masing perguruan.


Penyelenggaraan di pusat perbelanjaan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung seni pencak silat tradisi sekaligus mengenal nilai budaya yang diwariskan melalui gerak, teknik, kedisiplinan, dan etika para pesilat.



Larizka dan APN Hadirkan Ruang Prestasi dan Pelestarian Budaya

Kolaborasi Larizka Event Organizer dan Asosiasi Pesilat Nusantara menjadi bagian dari upaya membuka ruang kompetisi bagi berbagai perguruan pencak silat tradisi.


Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengukur kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, dan meningkatkan kualitas latihan.


Bagi pesilat usia dini dan praremaja, kejuaraan menjadi sarana pembelajaran untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, konsentrasi, dan sportivitas. Sementara bagi peserta yang lebih berpengalaman, kompetisi menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan serta menjaga kualitas penampilan.




Keikutsertaan berbagai perguruan dari tiga provinsi juga memperlihatkan besarnya potensi pencak silat tradisi sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia yang perlu terus dibina dan diperkenalkan kepada generasi muda.


Ibu Eka: Kejuaraan Menjadi Wadah Pertemuan Berbagai Perguruan

Ibu Eka selaku perwakilan Larizka Event Organizer menjadi salah satu narasumber penting dalam penyelenggaraan kegiatan ini.


Kejuaraan yang berlangsung di Transpark Mall Bekasi menghadirkan suasana kompetisi sekaligus ruang pertemuan bagi pesilat, pelatih, pengurus perguruan, dan keluarga peserta.



Melalui kegiatan seperti ini, pencak silat tradisi diharapkan semakin dikenal masyarakat dan memperoleh ruang untuk berkembang, baik sebagai seni budaya maupun sebagai sarana pembinaan prestasi generasi muda.


Penyelenggaraan di ruang publik juga membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal keberagaman gerak, teknik, dan penggunaan senjata tradisional yang menjadi bagian dari seni pencak silat.


Pernyataan langsung Ibu Eka mengenai tujuan dan evaluasi kegiatan perlu dilengkapi berdasarkan hasil wawancara aktual.


Sistem Penilaian Digital Mendukung Penyelenggaraan Kompetisi

Dalam aspek teknis pertandingan, Kang Yudi selaku Ketua Juri menjadi narasumber terkait pelaksanaan penilaian dan pengawasan kompetisi.



Pemanfaatan sistem penilaian digital menjadi salah satu unsur modernisasi dalam penyelenggaraan pertandingan pencak silat. Sesuai fitur yang diterapkan, sistem digital dapat membantu proses pencatatan nilai, pengolahan data, dan rekapitulasi hasil secara lebih terstruktur.


Meski demikian, teknologi tetap berfungsi sebagai alat pendukung. Objektivitas penilaian bergantung pada kompetensi juri, konsistensi penerapan aturan, dan kepatuhan terhadap pedoman penilaian yang berlaku.


Dalam kategori seni pencak silat tradisi, aspek teknik gerak, wiraga, wirama, wirasa, kekompakan, dan penghayatan menjadi bagian yang diperhatikan sesuai ketentuan masing-masing kategori.


Penerapan teknologi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas administrasi pertandingan dan mendukung penyelenggaraan kompetisi yang tertib serta dapat dipertanggungjawabkan.


Penjelasan mengenai mekanisme sistem digital dan manfaat yang dirasakan selama pertandingan perlu dikonfirmasi kepada Ketua Juri.

Orang Tua Apresiasi Kesempatan Anak Mengikuti Kejuaraan

Antusiasme tidak hanya terlihat dari para pesilat dan pelatih, tetapi juga dari orang tua yang hadir mendampingi anak-anak mereka selama kejuaraan berlangsung.



Bagi keluarga, keikutsertaan dalam kompetisi menjadi pengalaman berharga untuk melihat perkembangan kemampuan, keberanian, dan kepercayaan diri anak setelah menjalani latihan.


Salah seorang orang tua peserta menyampaikan rasa bangganya melihat anak-anak memperoleh kesempatan untuk tampil di gelanggang dan menunjukkan hasil latihan mereka.


“Kami sebagai orang tua tentu merasa bangga melihat anak-anak berani tampil di gelanggang. Semoga melalui kegiatan seperti ini, mereka semakin semangat berlatih, lebih disiplin, dan bisa terus mengembangkan kemampuan serta prestasinya. Kami juga berharap kegiatan pencak silat seperti ini terus diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam belajar, berkarya, dan melestarikan budaya bangsa,” ungkapnya.


Dukungan orang tua menjadi salah satu unsur penting dalam proses pembinaan. Selain mendampingi anak mengikuti latihan dan pertandingan, keluarga turut berperan dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap menghormati orang lain.



Kejuaraan seperti ini juga memberikan pelajaran bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi turut dibentuk melalui proses latihan, ketekunan, keberanian mencoba, dan kesiapan menerima evaluasi.


APN Dorong Regenerasi dan Penguatan Pembinaan Pesilat

Kang Dodi selaku pengurus Asosiasi Pesilat Nusantara menjadi salah satu narasumber yang relevan untuk membahas peran organisasi dalam pembinaan dan pelestarian pencak silat tradisi.



Pertemuan berbagai perguruan dalam satu arena kompetisi dapat memperkuat silaturahmi, memperluas pengalaman, serta membuka peluang pertukaran pengetahuan antarpesilat dan pelatih.


Pembinaan sejak usia dini hingga dewasa juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pencak silat. Generasi penerus tidak hanya perlu menguasai keterampilan bela diri, tetapi juga memahami nilai-nilai disiplin, sportivitas, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap budaya.


Dengan pembinaan yang berkesinambungan, pencak silat tradisi diharapkan terus berkembang tanpa kehilangan identitas dan nilai luhur yang menjadi dasar keberadaannya.

Pernyataan langsung Kang Dodi mengenai arah pembinaan dan harapan APN perlu dilengkapi berdasarkan hasil wawancara aktual.


Pencak Silat Tradisi Perlu Terus Mendapat Ruang

Kejuaraan Pencak Silat Tradisi di Transpark Mall Bekasi memperlihatkan bahwa seni bela diri tradisional dapat menjadi bagian dari ruang publik modern sekaligus sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.


Sinergi penyelenggara, organisasi, perguruan, pelatih, dewan juri, peserta, dan orang tua menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan pembinaan pencak silat.


Lebih dari sekadar kompetisi, pencak silat mengajarkan keberanian, kedisiplinan, pengendalian diri, persaudaraan, serta penghormatan terhadap warisan budaya bangsa.


Melalui kegiatan yang berkesinambungan dan tata kelola pertandingan yang semakin baik, pencak silat tradisi diharapkan terus berkembang sebagai sarana prestasi, pendidikan, dan pelestarian budaya Indonesia.


TRUST3MEDIA — Mengangkat Fakta, Mengabarkan Peristiwa, Mendekatkan Cerita kepada Publik.

Trust3Media Media Online Terpercaya dan Seputar Seni Budaya, Wisata, Kuliner, Peristiwa, Trend Terkini,