Purwakarta, 3 Agustus 2026 – Sebanyak 25 pesilat muda tingkat SMP mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Pesilat (LDKP) yang diselenggarakan oleh Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana selama tiga hari, dimulai pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini merupakan salah satu program pembinaan karakter yang bertujuan membentuk generasi pesilat yang berani, berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan sejak usia muda.
Berbeda dengan pelatihan kepemimpinan pada umumnya, LDKP Lugay Kancana tidak hanya mengajarkan teori organisasi, tetapi menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal peserta dalam keluarga, sekolah, organisasi, dan masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi dan praktik, di antaranya pengenalan jati diri, pembentukan mental, kedisiplinan, etika pesilat, kepemimpinan, komunikasi, public speaking, kerja sama tim, diskusi kelompok, penyelesaian masalah, pengabdian kepada orang tua, serta pendidikan karakter yang berpijak pada nilai-nilai luhur pencak silat.
Membentuk Pesilat Berkarakter, Bukan Sekadar Jago Bela Diri
Guru Besar Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Pesilat Nusantara (APN), Kang Dodi Suhada Akum, menjelaskan bahwa tujuan utama LDKP adalah membentuk karakter peserta agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Menurutnya, seorang pesilat sejati bukan hanya dinilai dari kemampuan bertanding atau menguasai teknik bela diri, melainkan dari akhlak, sikap, serta manfaat yang diberikan kepada orang lain.
"Kami ingin anak-anak mengenal dirinya sendiri, memahami kelebihan dan kekurangannya, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berani menghadapi tantangan hidup. Keberanian yang kami tanamkan bukan keberanian untuk mencari masalah, melainkan keberanian berkata jujur, berbuat benar, bertanggung jawab, dan membela kebenaran."
Ia menambahkan bahwa LDKP juga menjadi sarana pendidikan agar peserta semakin menghormati dan berbakti kepada kedua orang tua.
"Orang tua adalah orang pertama yang harus dihormati. Kami ingin setiap peserta pulang membawa perubahan. Mereka lebih sopan, lebih menghargai pengorbanan ayah dan ibu, lebih rajin membantu di rumah, serta menyadari bahwa keberhasilan mereka lahir dari doa dan perjuangan orang tua."
Selain itu, peserta dilatih agar mampu berbicara di depan umum dengan percaya diri, menyampaikan pendapat secara santun, mendengarkan pandangan orang lain, serta belajar mencari solusi atas setiap persoalan melalui musyawarah dan kerja sama.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran organisasi, sehingga para peserta memahami arti disiplin, tanggung jawab, kepedulian, kepemimpinan, dan kebersamaan.
Target Perubahan Nyata
Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana menargetkan agar setelah mengikuti LDKP, setiap peserta mengalami perubahan perilaku yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga.
Perubahan tersebut antara lain:
Menjadi pribadi yang lebih berani dan percaya diri.
Mengenal potensi serta mampu mengendalikan diri.
Lebih menghormati dan berbakti kepada orang tua.
Memiliki sopan santun dalam berbicara dan bertindak.
Berani tampil berbicara di depan umum.
Mampu menyampaikan pendapat dengan baik.
Terbiasa menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
Memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu bekerja sama.
Memahami dasar-dasar organisasi.
Disiplin terhadap waktu dan tanggung jawab.
Meninggalkan kebiasaan kurang baik seperti malas, tidak disiplin, berkata kasar, mudah menyerah, serta kurang menghargai orang tua dan guru.
Menumbuhkan kebiasaan positif seperti jujur, mandiri, peduli terhadap sesama, gemar belajar, serta memiliki semangat untuk terus memperbaiki diri.
LDKP diharapkan menjadi titik awal perubahan karakter yang berkelanjutan, sehingga peserta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Sambutan Presiden Asosiasi Pesilat Nusantara
Presiden Asosiasi Pesilat Nusantara memberikan apresiasi atas terselenggaranya program LDKP yang dinilai sejalan dengan misi APN dalam membangun generasi pesilat yang berkualitas.
"Pencak silat adalah warisan budaya yang mengajarkan budi pekerti, disiplin, keberanian, dan rasa tanggung jawab. Melalui LDKP, kami berharap lahir generasi pesilat yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang berintegritas, menghormati orang tua, menjaga persatuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat."
Beliau berharap program serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi perguruan pencak silat lainnya di Indonesia.
Tanggapan Ketua Perguruan, Bapak Slamet
Ketua Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana, Bapak Slamet, menyampaikan rasa bangga terhadap semangat seluruh peserta.
"Melihat antusiasme anak-anak mengikuti setiap materi memberikan harapan besar bagi masa depan perguruan. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin, santun, bertanggung jawab, serta mampu menjadi contoh yang baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya."
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi, tetapi juga dari kualitas karakter para anggotanya.
Apresiasi Orang Tua Peserta
Sejumlah orang tua mengaku bangga melihat perubahan sikap anak-anak mereka selama mengikuti LDKP.
Salah seorang orang tua mengatakan bahwa anaknya mulai lebih terbuka dalam berkomunikasi dan lebih menghargai keluarga.
"Kami melihat perubahan yang sangat baik. Anak menjadi lebih disiplin, lebih percaya diri, mulai berani menyampaikan pendapat dengan sopan, dan semakin menghormati kami sebagai orang tua."
Orang tua peserta lainnya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin.
"Program seperti ini sangat dibutuhkan. Anak-anak tidak hanya belajar bela diri, tetapi juga belajar menjadi manusia yang baik. Semoga semakin banyak generasi muda yang merasakan manfaatnya."
Penutup
Latihan Dasar Kepemimpinan Pesilat yang digelar Perguruan Pencak Silat Lugay Kancana membuktikan bahwa pencak silat merupakan sarana pendidikan karakter yang mampu membentuk generasi muda menjadi pribadi yang tangguh, berani, berakhlak mulia, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
Dengan semangat "Pesilat Berkarakter, Berbakti kepada Orang Tua, dan Siap Menjadi Pemimpin Masa Depan," kegiatan ini diharapkan melahirkan kader-kader terbaik yang tidak hanya mengharumkan nama perguruan, tetapi juga menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
Red:trus3media



