Trust3media.com-PURWAKARTA — Kewaspadaan dan ketegasan seorang anggota kepolisian berhasil menggagalkan aksi pemalakan yang meresahkan warga di kawasan Purwakarta. Aipda Asep Somantri, anggota Polres Purwakarta, berhasil mengamankan seorang pria yang diduga berperan sebagai preman dan kerap memalak pengunjung di salah satu gerai Indomaret yang berada di Jalan Ipik Gandamanah Purwakarta, pada Rabu (2/9/2026) Malam.
Kejadian bermula saat Aipda Asep hendak berbelanja di gerai Indomaret tersebut. Tanpa ia duga, sejak masuk ia sudah diperhatikan dan diikuti oleh seorang pria tak dikenal. Pelaku kemudian mendekat dan bertanya apakah Aipda Asep seorang polisi atau bukan. Dengan tenang, Asep menjawab bahwa dirinya bukan polisi.
Setelah selesai berbelanja dan keluar dari gerai, pelaku kembali mendekat dan terus mengikuti Aipda Asep. Tanpa ragu, pelaku langsung meminta uang sebesar Rp100.000 (seratus ribu rupiah) dengan alasan jualan senjata samurai. Asep yang tetap tenang namun waspada tidak percaya dengan alasan tersebut dan menolak tawaran itu.
Karena merasa ditolak dan terus mendesak, pelaku akhirnya berniat memaksa — namun justru di saat itulah Aipda Asep bertindak cepat dan langsung menangkap pelaku di tempat.
Penyelidikan singkat di lokasi mengungkap fakta yang lebih mengejutkan. Berdasarkan keterangan pengunjung lain maupun pegawai Indomaret, pria tersebut ternyata sudah berulang kali melakukan pemalakan. Sebelumnya, ia telah memalak pengunjung dan pegawai dengan meminta uang sebesar Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah) sambil membawa samurai dan mengancam akan melukai jika tidak dituruti.
"Pelaku kerap memanfaatkan ketakutan orang lain dengan mengancam membawa senjata samurai. Ia berani meminta uang kepada siapa saja yang ada di lokasi," ungkap salah satu pegawai yang menjadi saksi.
Setelah diamankan, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Polres Purwakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut dan proses hukum yang berlaku.
Aipda Asep Somantri mengingatkan masyarakat agar tidak mudah takut dan selalu waspada terhadap tindakan sejenis.
"Kita harus berhati-hati dan waspada. Jika bertemu orang yang mencurigakan atau merasa dipaksa diminta uang, jangan ragu untuk berteriak, minta bantuan orang di sekitar, dan segera lapor ke pihak berwenang. Preman berani karena kita diam — jika kita berani bersatu dan melapor, mereka tidak akan berkutik," tegas Aipda Asep.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga: kewaspadaan, ketenangan, dan keberanian untuk melapor adalah kunci agar kejahatan sejenis tidak merajalela. Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk tidak menuruti permintaan pemalak dan segera hubungi pihak berwajib jika menjadi korban atau menyaksikan kejadian serupa.
Eld(t3m)



