Trust3media.com-Dalam realitas kehidupan, Kita sering menemukan sosok sosok populer dan berpengaruh dari masa lalu yang hingga saat ini masih dikenang dan dihormati.
Di dunia Syi'ar Islam, Kita tentu sudah akrab dengan nama besar KH. Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah dan KH. Hasyim Asy'ari, Pendiri Nahdlatul Ulama ( N.U. ).
Notabene, kedua tokoh besar tersebut berguru kepada satu sosok yang sama, yaitu Syekh Nawawi Al-Bantani , selain tentunya berguru kepada ulama besar lainnya.
Sementara, Syekh Nawawi Al-Bantani yang memiliki murid tidak hanya di nusantara tetapi juga di lintas negara ini berguru kepada salah satu ulama yang bermukim di Purwakarta, yaitu K.H.R. Muhammad Yusuf bin R.A. Jayanegara atau yang dikenal sebagai Syaikh Baing Yusuf.
Maka, sangat relevan jika Syaikh Baing Yusuf dijuluki sebagai MAHAGURU ULAMA NUSANTARA ABAD 19.
Dengan demikian, warga Purwakarta patut bangga memiliki ulama besar yang dahulu menjadi sentrum penyebaran Islam.
Hingga kini menginjak usia Haol ke-172, warga dari lintas kota masih antusias dan berkhidmat untuk mengenang Syaikh Baing Yusuf sebagai sosok yang memiliki peranan penting serta ajaran keilmuannya masih bermanfaat bagi ummat Muslim.
Ketika dimintai tanggapannya terkait pelaksanaan Haol Syaikh Baing Yusuf ke-172 yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, 2 Agustus 2026 dimulai dari 07.00 WIB - 11.30 WIB, Founder BELA PURWAKARTA ( BELPUR ), Aa Komara Abu El-Dzikko didampingi Humas BELPUR, Sahril Sidiq Al-Betsuni, menyampaikan himbauannya :
" Tidak hanya menyemarakan Haol Syaikh Baing Yusuf ke-172 dengan Twibbon sebagai Sarana Edukasi Kesejarahan, lebih dari itu, Mari Hadiri pelaksanaan Haolnya.
Ajak serta Anak Anak Kita, Sudah Waktunya Generasi Penerus ini diakrabkan dengan Tokoh Tokoh Teladan yang terbukti memiliki Jasa Besar untuk Purwakarta dan Syi'ar Islam.
Syekh Baing Yusuf, Dalem Sholawat, Mama Sempur Plered, dan sebagainya adalah bukan tokoh fiktif tapi nyata senyata nyatanya, warisan keilmuannya nyata dan kebermanfaatannya masih dirasakan oleh ummat hingga sekarang.
Untuk itu pengenalan sejak dini bagi anak anak terhadap sosok dan riwayat Syaikh Baing Yusuf dan tokoh perintis lainnya adalah sesuatu yang "Relate" dengan kondisi kekinian.
Seperti yang Kita alami saat ini, di mana dekadensi moral di kalangan remaja di bawah umur begitu memprihatinkan.
Di Purwakarta baru saja terjadi krisis ahlak yang membuat gaduh dalam pemberitaan nasional, di mana sejumlah remaja di bawah umur membunuh secara brutal seorang Satpam kawasan Jatiluhur, sebelumnya juga terjadi peristiwa seorang cucu berusia di bawah umur yang menganiaya kakeknya, serta sejumlah peristiwa kriminalitas lainnya yang para pelakunya di bawah umur.
Artinya, Generasi Penerus ini jangan sampai kehilangan arah akibat minimnya Suri Ketauladanan, padahal kurang bagaimana Purwakarta yang notabene memiliki tokoh besar seperti Syaikh Baing Yusuf ini.
Untuk itu, momentum Haol ke-172 menjadi ruang strategis untuk mengakrabkan generasi muda termasuk remaja di bawah umur agar tersadar dan terinspirasi bahwa Purwakarta ini harus dijaga marwahnya, dilindungi nama baiknya, harus dirawat dan dicintai sepenuh hati karena dahulu Syaikh Baing Yusuf turut merintis Purwakarta dengan serangkaian ikhtiar yang pada akhirnya Purwakarta menjadi pusat keilmuan bagi syi'ar Islam.
Semoga kegiatan Haol ini dapat memotivasi para generasi penerus bahwa mereka juga dapat menjadi sosok yang dihormati seperti hal nya Syaikh Baing Yusuf dengan catatan terus beraktivitas dan berkontribusi dalam kebaikan bukan sebaliknya menjadi generasi destruktif yang merusak Purwakarta dan dirinya sendiri.
Akhir kata, kewajiban melestarikan Sejarah termasuk mengenang Sejarah Ketokohan Syekh Baing Yusuf ini serta kewajiban membina ummat, terutama generasi muda adalah tanggung jawab bersama agar tidak tercipta stigma yang ironis, di mana di satu sisi Purwakarta lekat dengan identitas sebagai Kota Santri namun di sisi lain para remajanya terlibat dalam aksi kebrutalan dan kehilangan nilai nilai kemanusiaannya." pungkas Aa Komara.
Klink Link Twibbon Haol Syaikh Baing Yusuf dibawah ini :


