Trust3media.com-Reuni Alumni Haji Gaido Travel wilayah Batang, Jawa Tengah, menjadi momentum penguatan komitmen menjaga kemabruran haji melalui silaturahim dan sinergi ekonomi syariah. Kegiatan yang berlangsung di _kediaman Bapak Haji OMBUDIONO WASHUDI MUSTARI dan Ibu Hajah SALASATUN NISAH NURYO ._ tersebut dihadiri para alumni 2024 dan 2025 serta jajaran direksi Gaido Travel di Batang Jawa Tengah Selasa 10/2/2026
Dalam suasana penuh kekeluargaan, acara ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen pasca-ibadah haji, tetapi juga forum penguatan nilai-nilai spiritual berlandaskan Al-Qur’an dan hadits.
Landasan Hadits: Haji Mabrur Balasannya Surga
Dalam tausiahnya, Ustaz Hasan Gaido menegaskan bahwa kemabruran haji memiliki dasar yang kuat dalam sunnah Rasulullah SAW.
Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:
“Al-hajju al-mabrûru laisa lahu jazâ’un illal jannah.”
“Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.”
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Hadits tersebut menegaskan bahwa kemabruran haji merupakan capaian spiritual tertinggi dengan balasan langsung berupa surga.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Man hajja lillâhi falam yarfuts walam yafsuq raja‘a kayawmi waladat-hu ummuhu.”
“Barang siapa berhaji karena Allah, tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari dilahirkan oleh ibunya.”
(HR. Sahih Bukhari)
Hadits ini menegaskan bahwa haji yang diterima Allah menghapus dosa dan mengembalikan kesucian seorang hamba.
Dasar Al-Qur’an: Menjaga Akhlak dan Amal
Kemabruran haji juga ditegaskan dalam firman Allah SWT:
“Al-hajju asyhurun ma’lûmât, faman faradha fîhinna al-hajja falâ rafatsa walâ fusûqa walâ jidâla fil-hajj…”
“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barang siapa yang menetapkan niatnya untuk berhaji, maka tidak boleh berkata kotor, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam masa haji…”
(QS. Al-Qur'an, Al-Baqarah: 197)
Ayat tersebut menjadi pedoman utama dalam menjaga perilaku dan akhlak sebagai indikator kemabruran.
Haji Mabrur Terkoneksi dengan Kebaikan
Dalam kesempatan itu, Hasan Gaido menyampaikan bahwa sepulang dari Tanah Suci, jamaah kembali ke “titik nol”. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga kemabruran melalui:
Menjalin silaturahim
Menebarkan salam
Memberi makan
Menguatkan ukhuwah dan ekonomi umat
Reuni alumni ini juga menjadi bagian dari penguatan program Gaido Connected, yang mendorong alumni haji untuk bersinergi membangun ekonomi syariah nasional.
Bapak Haji Ombudi selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh alumni. Diketahui, beliau mengelola usaha galangan kapal dan perikanan yang mempekerjakan lebih dari 250 karyawan, sebagai kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi umat.
Memasuki milad ke-23 pada 18 Februari 2026, Gaido Travel berharap terus menjadi penyelenggara haji dan umrah yang amanah serta penggerak jaringan kebaikan di berbagai daerah.
Reuni alumni haji di Batang ini menunjukkan bahwa kemabruran haji bukan hanya gelar spiritual, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menjaga akhlak, mempererat silaturahim, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Red**

